Rabu, 16 Desember 2009

"Atas Nama HAM,Ijinkan aku telanjang"

Wanita binal yang dalam dunia modern sering disebut sebagai "losed women", menitik beratkan pada kepuasan dan kebebasan hidup dengan tidak lagi mengindahkan norma Agama maupun masyarakat. Dalam pandangan mereka keindahan tubuhnya adalah anugerah yang tidak harus disembunyikan. Lekuk-lekuk tubuh yang di dunia modern disebut "artistik" sengaja ditonjolkan lewat baju ketat atau sama sekali tidak di bungkus pakaian. Wittels dalam bukunya "Structure des Criminellen Psychophaten" menyebut wanita tersebut sabagai wanita imoral atau yang tidak tahu malu.


Fenomena "losed Women" itu sendiri adalah fenomena yang tidak bisa di pisahkan dari dunia modern, ketika manusia dihadapkan pada kebutuhan hidup sementara lahan usaha semakin sulit,maka orang akan cenderung berfikir praktis untuk mendapatkan uang, jalan ternudah adalah bagaimana menjual harga diri untuk disuguhkan kepada khalayak dengan tidak lagi mengindahkan lagi norma-norma Agama. Untuk legalisasi perilakunya,mereka berlindung dibalik "Hak Asasi,Kemerdekaan bertindak,Reformasi,Privacy" dan sebutan lain yang hakekatnya hanya kedok dari kebobrokan perilakunya.
Tak heran jika remaja putri antri ingin di photo telanjang di tabloid-tabloid bahkan menurut sebagian mereka,tidak dibayarpun tidak menjadi masalah karena itulah jalan paling mudah untuk terkenal atau diperhatikan oleh produser,sutradara,atau pengorbit artis. Maka menjamurlah tabloid-tabloid atau klip-klip lagu dengan latar sosok gadis telanjang(atau setengah telanjang) menjajakan tubuhnya ditengah-tengah generasinya yang lagi kebingungan menentukan identitas diri,ketika ditanya atau aktifitas mereka diusik,alasanya sangat klasik " ini hak asasi saya,ini seni,ini suka-suka gue. dll"
Akhirnya setiap hari masyarakat kita kebanjiran tontonan super erotis. Berbagai tayangan film,sinetron,telenovela,iklan,Talk show ,dan klip lagu sarat dengan muatan pornografi. Aurat sudah sangat murah,harga diri kehilangan mahkota,para aktivis moral sudah kehilangan tenaga untuk demo. Sebaliknya ketabuan menjadi barang yang mahal,rasa malu sudah sangat langka.Celakanya,bagi artis buka-bukaan adalah seni bukan porno,maka demi seni,atas nama reformasi dan HAM,"Ijinkan Aku Telanjang"
Sementara itu di tengah derasnya arus tayangan porno,pendidikan agama justru makin tersisihkan. Para remaja kita tidak lagi mengenal tokoh-tokoh islam yang dulu gigih memperjuangkan kebenaran. Sebut saja misalnya Bilqis,Ratu Saba,wanita mulia yang rela bertobat dan taat pada suaminya. Khulah Binti Tsa'labah,Istri yang taat beribadah dan taat pada suaminya. Siti Khadijah,Istri pertama Nabi Muhammad SAW. yang rela berkorban dengan jiwa dan seluruh hartanya demi Islam. Aisyah,istri Rasul tercinta yang taat,cerdas,teguh memelihara kehormatan,dan gigih membela kebenaran.Dan pahlawan-pahlawan wanita lainya yang dengan gigih membela kebenaran.
Sayangnya yang ada dalam benak remaja saat kini adalah Madonna,Brytney Spears,Angelina jolie dan dan sederet artis lainya tak terkecuali artis indonesia yang binal,yang mereka sering mengumbar aurat.Atau tokoh-tokoh fiktif seperti Rambo,Superman,Batman dll menjadi idola yang tanpa batas. Tak heran jika perilaku remaja masa kini mengikuti pola pala selebritis tersebut, hidup semau gue dan malas berusaha,Terlebih lagi jika dihadapkan pada perjuangan menegakkan kebenaran,akan sangat sulit mengingat hati mereka kehilangan ghirah jihad.,Semoga kita dan anak-anak kita dilindungi Allah dan dijauhkan dari sifat-sifat dan perilaku yang dilarang oleh Allah..

1 komentar:

MIFTAMORFOSA mengatakan...

Amminn.....

Setuju Bung Fen.

Topan, Depok

Posting Komentar